Robert Iger: Perjalanan 15 Tahun Memimpin "Disney Company"
Robert Iger tidak dianggap siapa dalam awal karirnya, dia hanya bekerja di salah satu studio kecil dan tugasnya adalah sebagai pengangkat kabel. Namun dia belajar banyak hal dari lingkungan pekerjaannya. Dengan unsur kesempatan yang diberikan perusahaan kepadanya. Pada suatu ketika, perusahaan tempat dia bekerja melakukan merger dengan perusahaan lainnya, yang sekarang sering disebut namanya "Disney."
Buku 'THE RIDE OF A LIFETIME' menceritakan bagaimana dia bisa berkembang di posisi yang rendah sekali dan menjadi tinggi. Hal ini karena dia sangat berdedikasi dan bekerja keras. Dia bekerja tidak sedikit, dari pagi sampai malam hari. Tak pernah mengenal lelah. Dia menggunakan kesempatan yang diberikan perusahaan kepadanya dengan sebaik mungkin.
Cerita menarik dari hidupnya adalah bagaimana dia bisa melakukan desentralisasi pengambilan keputusan. Jadi setelah 'Disney' menjadi besar, dia memberikan kepercayaan penuh ke pimpinan anak-anak perusahaannya. Dia hanya terlibat dalam strategi dan konsultasi dengan pimpinan anak perusahaan. Salah satu yang membuahkan kesuksesan yang menjadi atributnya membuat dia sukses adalah personalitinya. Cukup rendah hati, sehingga dia menempatkan simpati dan empati yang luar biasa dengan rekan kerja, bukan hanya mitra bisnisnya saja melainkan pimpinan perusahaan yang dia akuisisi.
Berdasarkan pengalaman sebagai pemimpin, Robert Iger menyampaikan bahwa ada 10 poin menjadi pemimpin sejati:
- Optimism. Salah satu dari seorang pemimpin yang baik adalah menjadi seorang yang optimis terhadap apa yang bisa dicapai. Bahkan dalam situasi sulit sekalipun dan kondisi yang tidak normal, seorang pemimpin mesti bisa menjadi optimis, bukan pesimis. Sederhananya, orang akan tidak termotivasi dengan pemimpin yang pesimis.
- Courage. Dalam kepemimpinan hal yang perlu juga adalah keberanian. Pengambilan keputusan dalam resiko besar sekalipun, seorang pemimpin tidak akan ragu dengan situasi tersebut. Untuk menciptakan peluang baru, perlu membuat keputusan. Kreatifitas hanya muncul ketika kita mengambil keputusan.
- Focus. Perlu mengalokasikan waktu, energi, sumberdaya, dan strategi untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Perlu membuat prioritas dalam mengerjakan sesuatu, sampai hasil yang terbaik bisa ditemukan.
- Decisiveness. Tidak peduli seberapa besar masalah yang dihadapi dan perbedaan fakta yang ada. Seorang pemimpin harus bisa tegas terhadap sebuah kondisi. Kesulitan dalam memutuskan sesuatu, akan menyebabkan keragu-raguan, kontraproduktif, dan korosif moral terhadap orang yang dipimpin.
- Curiosity. Keingintahuan mendalam tentang hal-hal baru sangat penting bagi pemimpin. Keingintahuan terhadap tempat, orang, dan segala dinamika perubahan. Katanya “The path to innovation begins with curiosity.”
- Fairness. Seorang pemimpin harus adil terhadap siapapun juga. Empati sangatlah penting, namun tidak semua dalam segala hal diberikan empati. People committing honest mistakes deserve second chances, orang yang melakukan kesalahan akan mendapatkan kesempatan yang kedua. Ketakutan dan kecemasan, akan menghambat jalur komunikasi dan inovasi.
- Thoughtfulness. Perhatian adalah salah satu elemen yang sering diremehkan dalam kepemimpinan. Ketika memberikan perhatian, ini akan bisa menjadi salah satu wadah untuk mencari informasi dan menemukan hal yang baru. Its simply about taking the time to develop informed opinions.
- Authenticity. Be genuine. Be honest. Dont fake anything. Truth and authenticity breed respect and trust.
- The Relentless Pursuit of Perfection. Ini bukan berarti sempurna dalam segala hal, tetapi menolak untuk mendapatkan hasil yang biasa saja serta membuat alasan untuk hasil sesuatu yang tidak tercapai. If you believe that something can be made better, put in the effort to do it.
- Integrity. Keberhasilan seorang pemimpin tergantung menetapkan standar etika yang tinggi untuk semua hal. Another way of saying this is: The way you do anything is the way you do everything.
Tags : Linimasaku
